🦑 Gangguan Rasa Aman Dan Nyaman

c Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi urine dan fekal 1. Membantu bab 2. Membantu bak pria 3. Membantu bak wanita 4. Dressing kateter pria 5. Dresing kateter wanita d. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman : I. Personal Hygiene : 1. Keamanandan rasa aman adalah dua konsep yang berbeda walaupun ada benang merah mempersamakannya dan ada bagian-bagian yang saling bersinggungan. Keamanan adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan, dan berbagai hal yang menyebabkan tidak aman. Aturposisi pasien dengan nyaman, dan menekuk. Persiapan Lingkungan : Pastikan lingkungan terasa nyaman. gunakan lampu yang redup atau matikan jika perlu. Pelaksanaan Tindakan. Dalam mengikat pasien, jangan terlalu erat atau terlalu longgar : Setelah menyiapkan restrain, pastikan kembali apakah cukup lembut dan aman buat pasien AGARMEMBERIKAN RASA AMAN DAN NYAMAN BAGI MASYARAKAT PERSONIL POLSEK BULANG RUTIN MELAKSANAKAN PATROLI JALAN KAKI yang belum Vaksin agar segera melaksanakan Vaksinasi juga menerapkan protokol kesehatan serta antisipasi kejahatan C3 dan gangguan Kamtibmas. Selama pelaksanaan kegiatan Patroli jalan kaki dan Sambang dialogis terdapat Sedangkata "nyaman", berarti enak, disini nyaman itu tidak ada gangguan yang dapat mengancam keselamatan jiwa, raga, dan harta. Ketika naik transportasi konvensional rasa aman dan nyaman itu tidak dapat dirasakan karena copet, pengamen, pengasong, pengemis, perampok, kehadiran transportasi daring menjadi pilihan yang dapat memberi rasa Asuhankeperawatan gangguan_rasa_nyaman 1. Asuhan Keperawatan Gangguan Rasa Nyaman Nyeri 3032012 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemenuhan kebutuhan rasa nyaman "nyeri" adalah bagian dari kebutuhan fisiologis menurut Hierzuki Maslow. Kebutuhan rasa nyman "nyeri" diperlukan untuk proses kehidupan. TranslatePDF. KEBUTUHAN RASA AMAN DAN NYAMAN (NYERI) A. Konsep Medis 1. Definisi Kebutuhan Rasa Nyaman Dan Definisi Nyeri Menurut koziar (2010), mengatakan bahwa keamanan adalah keadaan bebas dari segalah fisik fisiologis yang merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi, serta dipengaruhi oleh faktor lingkungan. ModEts2 Rasa Indonesia; Laporan Pendahuluan Rasa Aman Dan Nyaman; Laporan Pendahuluan Gangguan Rasa Nyaman Nyeri; Lagu Ungu Mati Rasa; Lagu Ungu Beta Mati Rasa; Resep Piscok Aneka Rasa; Cara Merubah Rasa Rokok Dengan Doa; Adista Rasa Sakit Chord; Adista Kepastian Rasa; Lagu D Paspor Rasa Yang Tertinggal; Lagu Beta Mati Rasa Nona; Lagu Batak . ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN RASA AMAN NYAMAN NYERI PADA Bp An DENGAN ULKUS DIABETES MELITUS DI RUANG ANGGREK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUNTILAN Oleh ARISKA HENDRA JULIANTO KARJONO KIKI FATMALIA ULVARINE YULINIAR PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN DASAR PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN STIKES NGUDI WALUYO 2013/2014 ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN RASA AMAN NYAMAN NYERI Pengkajian ini dilakukan pada tanggal 23 Maret 2013 jam di Ruang Anggrek Rumah Sakit Umum Daerah Muntilan Pasien Nama Tempat & TTL Magelang 31 Desember 1941 Agama Islam Suku Jawa Status Perkawinan Kawin Pekerjaan Tani TB/BB 160 cm / 50 kg Golongan Darah B Diagnosa Medis Ulkus DM Gangguan KDM Gangguan Rasa Aman Nyaman Nyeri Alamat Temanem Rt 002/ Rw 001 Ds. Adikarto Mtl 2. Identitas Penanggung Jawab Nama Ny. Mu Umur 40th Pendidikan Terakhir SMP Agama Islam Suku Jawa Hubungan dgn Pasien Anak Pekerjaan Tani Alamat Gemtam, Sido Agung, Mtl. B. Riwayat Kesehatan 1. Keluhan Utama Nyeri jari tengah kaki kiri 2. Riwayat Kesehatan Saat Ini Alasan masuk rumah sakit Keluarga klien mengatakan nyeri jari tengah kaki kiri sejak 5 hari yang lau akibat jatuh dari kamar kemudian jari tengah kaki terbentur benda tumpul yang menyebabkan terjadinya perlukaan di jari tengah klien, badan lemas, pada malam hari sulit tidur. Faktor pencetus Akibat terjatuh dari kamar, jari tengah kaki kiri terbentur benda tumpul sehingga terjadi perlukaan. Timbul keluhan Terjadi secara bertahap pada saat terbentur benda tumpul klien hanya merasa sedikit nyeri dan hanya sedikit memar, lama kelamaan luka tak kunjung sembuh malah tambah parah. Factor yang memperberat Keluarga klien mengatakan neri bertambah apabila kaki kiri tempat luka di gunakan melakukan aktivitas, dan pada saat malam hari nyeri secara tibatiba memburuk sehingga menyebabkan klien sulit untuk tidur. Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah dan keberhasilan Keluarga klien mengatakan pada saat muncul keluhan klien langsung di bawa berobat ke puskesmas, namun puskesmas menyarankan untuk di rujuk ke RSUD Muntilan. 3. Riwayat Kesehatan Masa Lalu Penyakit yang pernah dialami Keluarga mengatakan 5th yang lalu klien pernah dirawat di rumah sakit lain. Klien mengalami penyakit gula Diabetes Melitus dan setiap minggu selalu control ke puskesmas. Keluarga klien mengatakan klien tidak pernah mengalami kecelakaan dan tidak pernah di operasi. Klien tidak ada alergi terhadap makanan maupun obat. Factor-faktor resiko penyebab masalah kesehatan saat ini Menurunnya system imunitas tubuh yang menyebabkan sukarnya penyembuhan luka oleh tubuh. Kebiasaan hidup tidak sehat Klien merupakan perokok aktif dan sering minum kopi setiap harinya. 4. Riwayat Kesehatan Keluarga Keluarga klien mengatakan sebagian besar keluarga pasien yang laki-laki adalah perokok aktif dan suka minum kopi. Keluarga klien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit seperti Tn. An dan penyakit yang menular maupun menurun. GENOGRAM Keterangan  Klien  Perempuan  Laki-laki C. Pengkajian Pola Fungsional 1. Persepsi Terhadap Kesehatan Pasien mengatakan jika pasien dan keluarganya sakit pasien terlebih dahulu mengatasi penyakitnya sendiri dengan cara minum obat tradisional yang di buat sendiri seperti jamu – tidak tertangani baru klien memeriksakan kesehatannya dan keluarganya ke puskesmas ,kemudian pergi ke dokter. 2. Pola Bernafas Sebelum Sakit Pasien mengatakan bernafas dengan normal dan tidak ada gangguan Selama Sakit Pasien bernapas secara normal dan sehingga pasien tidak membutuhkan alat bantu pernafasan,tidak ada ronchy,tidak ada wheezing. 3. Kebutuhan Cairan Dan Elektrolit Sebelum Sakit Keluarga klien mengatakan minum air putih kurang lebih 7 – 8 gelas/hari, 1 gelas kopi. Selama Sakit Klien diberikan cairan RL 20tpm melalui vena serta minum air putih kurang lebuh 1L/hari + 3 gelas air teh yang disediakan oleh rumah sakit. 4. Pola Nutrisi – Metabolik Sebelum Sakit Pasien mengatakan dirumah makan 3 kali sehari dengan mengabiskan 1 porsi makanan tiap makan dengan komposisi sayur,nasi dan lauk dan minum air putih. Selama Sakit Keluarga pasien klien tidak diperbolehkan makan makanan yang manismanis, dan dan harus menjaga asupan makanan klien. Klien hanya makan makanan yang di berikan oleh rumah sakit saja 3x sehari . 5. Pola Eliminasi BAK dan BAB Sebelum Sakit Keluarga klien mengatakan klien BAK normal 5-6 kali/hari dengan konsistensi warna kuning,dengan bau khas urine, klien bisa BAB 1 kali sehari dengan konsistensi lembek warna kekuningan dengan bau khas feses. Selama Sakit Keluarga klien mengatakan klien BAK dan BAB normal seperti biasa, namun klien tidak bisa pergi ke toilet karena lemas dan nyeri kaki, klien dipasangi pempers. 6. Pola Aktifitas dan Latihan Sebelum Sakit Pasien mengatakan dapat beraktifitas secara normal,mandiri sebagai petani tanpa dibantu dengan orang terdekatnya . Selama Sakit Pasien tidak banyak bergerak bebas karna nyeri pada jari kaki dan terpasang infus RL ditangan bedrest total dan ADL di bantu keluarga. 7. Pola istirahat dan tidur Sebelum Sakit Keluarga Klien mengatakan istirahat tidur malam 7-8 jam,dengan nyenyak tidak terbangun oleh gangguan,dan istirahat siang 1-2 jam/hari. Selama Sakit Keluarga klien mengatakan klien pada malam hari sulit tidur karena nyeri kaki yang memburuk, klien hanya tidur 1-2 jam. Dan pada siang hari klien sering tidur 3-4 jam setelah nyeri diberikan suntikan pada malamnya. 8. Pola konsep diri Citra tubuh Klien mengatakan lemah, nyeri kaki dan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Peran Klien di keluarga berperan sebagai ayah dan sekaligus sebagai tulang punggung keluarga, yang harus menghidupi keluarganya dan sebagai seorang petani. Harga Diri Klien terus berpegang teguh dan menjalankan prinsipnya sesuai norma. Aktualisasi Diri Klien adalah tulang punggung keluarga, meski mengalami sakit gula namun tetap bekerja seperti biasa sebagai tulang punggung keluarga. 9. Pola Koping Ketika klien mmengalami sakit, klien biasanya membuat ramuan sendiri jamu dan apabila sakit tak kunjung sembuh baru kemudian klien memeriksakan diri ke puskesmas. 10. Pola Seksual Reproduksi Sebelum Sakit Pasien tidak melakukan hubungan suami istri Selama Sakit Pasien tidak dapat melakukan hubungan suami istri. 11. Pola peran –berhubungan Klien adalah seorang petani yang tinggal bersama istri dan anaknya , dan berhubungan sangat baik , terlihat selama dirawat dirumah sakit istri dan anaknya menunggu klien. 12. Pola nilai dan kepercayaan Sebelum sakit Klien beragama islam dan selalu beribadah sesuai dengan kepercayaannya. Selama sakit Klien hanya berdoa ditempat tidur 13. Kebutuhan rasa aman dan nyaman P nyeri jari tengah kaki kiri sejak 5 hari yang lau akibat jatuh dari kamar kemudian jari tengah kaki terbentur benda tumpul yang menyebabkan terjadinya perlukaan di jari tengah klien, sehingga klien nampak meringis dan menahan nyeri kesakitan. Q nyeri cenut-cenut seperti tertusuk benda tajam. S skala nyeri 5-7 T Nyeri datang secara tiba-tiba, dan semakin memburuk pada saat kaki kiri digunakan untuk betraktivas. 14. Kebutuhan Belajar Klien mengatakan tidak mengerti tentang kesehatan. Dan tidak tahu menahu tentang masalah kesehatan yang dialami. 15. Kebutuhan personal hygiene Sebelum Sakit klien tiap melakukan perawatan mandiri , tanpa dibantu oleh keluarga. Klien mandi 2-3x/hari pakai sabun, jarang sikat gigi, dan keramas seminggu sekali. Selama Sakit Pemenuhan kebutuhan personal hygiene seluruhnya dibantu oleh keluarga. Klien mandi hanya di lap saja oleh keluarga, tidak pernah keramas dan gosok gigi. D. Pemeriksaan Fisik 1. Keadaan Umum Tinggi Badan 157 cm Berat Badan 50 kg 2. TTV Tekanan Darah 140/80 mmHg Nadi 92 x/menit Suhu 36 C Penafasan 21 X/menit 3. Kuku Dan Kulit Warna kulit sawo matang kemudian ada jaringan parut, ada lesi di jari kaki kiri,kuku kurang bersih, CRT kembali dalam 3 detik. 4. Kepala dan Rambut Warna rambut putih campur hitam, tengkorak tidak ada benjolan, kulit kepala tidak ada lesi dan massa, tidak ada nyeri tekan, kekuatan akar rambut kuat. 5. Mata Tidak menggunakan kaca mata,pupil isokor,daerah orbital tidak terdapat oedema/kemerahan atau jaringan lunak,kunjungtiva tidak anemis. 6. Hidung Bersih, tidak ada sinusitis pada sinus frontalis,sinus edmoidalis,sinus splenoid dan sinus maksilaris,tidak ada lesi,tidak ada masa,tidak ada pembengkakan, nervus olfaktoris baik. 7. Telinga Kesimetrisan telinga,lurus penumpukan,serumen,tidak dengan ada kelopak lesi,tidak mata,bersih ada tidak ada kotoran,cairan dan peradangan. 8. Mulut bibir, gigi, lidah,faring Kurang bersih terdapat caries gigi, plak, kesulitan saat berbicara. 9. Dada a. Paru – Paru I pengembangaan paru kanan dan kiri simetris P taktil fremitus kiri dan kanan sama P sonor A vesikuler b. Jantung I iktus kordis tidak tampak di ics sedikit di tengah dari midkalvikula P tidak ada nyeri tekan pada dada P redup A S1 dan S2 murni, S3 tidak terdengar c. Abdomen I umblikus kotor,tidak ada benjolan di sekitar perut, A terdengar peristaltik usus 15x/menit P tympani P Tidak nyeri tekan saat di tekan di daerah abdomen kuadran kanan bawah 10. Genetalia anus dan alat kelamin Pasien tidak terpasang kateter. 11. Ekstremitas Ekstremitas atas Tidak ada lesi dan massa pada kedua tangan , nadi kuat, tidak ada edema,terpasang infus RL 20 tpm di tangan sebelah kanan Ekstremitas bawah Terdapat lesi pada jari tengah kaki kiri, kulit kaki terlihat hitam, pada luka daging menghitam dan sensasi nyeri tidak terasa. E. Data Penunjang 1. pemeriksaan Laboratorium 2. pemeriksaan diagnostik 3. terapi Trapi injectsi 10 mg 2x 24 jam 2. ranitidin 50 mg 3x 24 jam 3. ceftriaxon 2g 1x 24 jam 4 unit 3x 24 jam F. Analisa Data no 1 1 2 Hari / tanggal 2 Sabtu, 23 maret 2013 Selasa 24 Maret 2013 Data Kemungkinan penyebab 3 4 Ds Terputusnya Pasien mengatakan nyeri pada kontuinitas jaringan jari tengah kaki kiri. dan tulang Pengkajian nyeri P nyeri jari tengah kaki kiri sejak 5 hari yang lau akibat Merangsang jatuh dari kamar kemudian jari hipotalamus tengah kaki terbentur benda mengeluarkan zat tumpul yang menyebabkan vasoaktif. terjadinya perlukaan di jari tengah klien Q nyeri cenut-cenut seperti Merangsang ujung2 tertusuk benda tajam. saraf bebas S skala nyeri 5-7 T Nyeri datang secara tibatiba, dan semakin memburuk Sensasi nyeri pada saat kaki kiri digunakan untuk betraktivas. Nyeri Do - Pasien tampak lemah - Wajah meringis kesakitan. Ds Nyeri akut yang di Klien mengatakan tidak bisa rasakan tidur pada malam hari karena menahan nyeri akut pada kaki. Ds Klien tanpak mengantuk pada, Terganggunya pola Mata sayu tampak lemas. istirahat tidur. Masalah kep. 5 Nyeri akut ulkus Kerusakan integritas kulit medikasi defisit imun 3 Selasa 24 Maret 2013 Ds Klien mengatakan kesusahan saat bergerak. Do ADL dengan bantuan keluarga Nyeri akut Intoleransi aktifitas bedrest total Aktivitas di batasi Gerakan terbatas Intoleransi aktivitas II. Diagnosa Keperawatan 1. Nyeri akut berhubungan dengan ulkus DM. 2. Gangguan istirahat tidur berhubungan dengan nyeri akut yang di rasakan. 3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan bedrest total. No DP 1 1 Hari /tgl 2 Selasa 24 Maret 2013 2 Selasa 24 Maret 2013 3 Selasa 24 Maret 2013 Tujuan Rencana Tindakan Rasional 3 Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam nyeri berkurang/ hilang dg KH -klien melaporkan nyeri berkurang/ hilang -frekuensi dan durasi nyeri berkurang -RR,TD,N, dalam batas normal -ekspresi wajah rileks. Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam pola tidur menjadi baik kembali dengan KH -klien mengatakan bisa tidur pada malam hari -klien tampak segar pada pagi hari. 4 1. monitor nyeri secara koprehensif PQRST 2. monitor efektifitas penanganan non farmakologi dan respon terhadap obat yang di berikan 3. kolaborasi npemberian analgesik NSAID relaks sedatife necrase. 5 -untuk mengetahui kriteria nyeri yang dialami. -untuk menentukan intervensi keperawatan yang akan di berikan kepada klien. -untuk mengurangi nyeri yang dirasakan klien klien untuk mempersiapkan diri sebelum tidur -agar klien siap untuk tidur dan tidak ada masalah saat tidur. -untuk memenuhi kebutuhan tidur klien. Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam klien menjadi toleran terhadap aktivitasnya dengan KH -klien mampu mengubah posisitidur dan obat tidur bila perlu ketika klien tidak bisa tidur sama sekali. posisi -memberikan nyaman pada posisi yang klien nyaman untuk mengurangi terjadinya dekubitus. 1. observasi Vital -membantu Sign menentukan kondisi normal umum pasien 2. observasi -membantu tingkat menentukan kemampuan klien pilihan dalam melakukan intervensi dan aktivitas. memberi dasar untuk perbandinagan dan evaluasi Tanda tangan 6 duduk -klien dapat bangun dari tempat tidur, mengubah posisi dan berjalan -klien dapat melakukan aktivitas seharihari. 3. dorong klien melakukan aktivitas seharihari tanpa bantuan keluarga. 4. berkolaborasi dengan tim medis lain dalam hal pemberian obat oral dan terapi lanjutan terhdap aktivitas meningkatkanpe nyembuhan dan pembentukan kekuatan otot -antisipasi terhadap nyeri dapat meningkatkan tegangan otot. CATATAN KEPERAWATAN No 1 Hari , Tindakan tanggal, jam Selasa, 24 1. Memonitor nyeri secara Maret 2013, koprehensif PQRST 2. mengobservasi Vital Sign 3. mengobservasi tingkat kemampuan klien dalam melakukan aktivitas. 4. Memberikan obat injects dan obat oral. Respon dan hasil -Skala nyeri klien 7 -TD 140/80 N 92 S 36 RR21 -ADL di bantu penuh oleh keluarga. -setelah di berikan beberapa saat kemudian nyeri berkurang. 5. Mengobservasi keluhan -klien mulai merasa nyaman klien setelah di berikan dan nyeri agak berkurang. tindakan. 2 6. Memberikan posisi semi S pasien mengatkan sangat powler nyaman deangan posisinya O pasien kelihatan gelisah, lemas 7. Memberikan dorongan -klien mau untuk duduk pada klien untuk tanpa bantuan keluarga. melakukan aktivitas secara mandiri. 8. Mengobservasi perkembangan klien Klien berusah untuk berbicara pada perawt sebisanya. Rabu, 25 1. Memonitor nyeri secara Skala nyeri klien 7 Maret 2013, koprehensif PQRST 2. mengobservasi Vital Sign -TD 143/70 N 89 S 36,7 RR20 3. mengobservasi tingkat -ADL di bantu penuh oleh kemampuan klien dalam keluarga. TTD 3 melakukan aktivitas. 4. Memberikan obat injects -setelah di berikan beberapa dan obat oral. saat kemudian nyeri berkurang. 5. Mengobservasi keluhan -klien mulai merasa nyaman klien setelah di berikan dan nyeri agak berkurang. tindakan. 6. Memberikan posisi semi S pasien mengatkan sangat powler nyaman deangan posisinya O pasien kelihatan gelisah, lemas 7. Memberikan dorongan -klien melakukan mobilisasi pada klien untuk dari duduk sampai berdiri. melakukan aktivitas secara mandiri. 8. Mengobservasi Klien berusah untuk perkembangan klien berbicara pada perawt sebisanya. Kamis, 26 1. Memonitor nyeri secara Skala nyeri klien berkurang Maret 2013 koprehensif PQRST menjadi 6 2. mengobservasi Vital Sign -TD 173/86 N 84 S 36, 3. mengobservasi tingkat RR20 kemampuan klien dalam -ADL di bantu penuh oleh melakukan aktivitas. keluarga. 4. Memberikan obat injects dan obat oral. -setelah di berikan beberapa saat kemudian nyeri 5. Mengobservasi keluhan berkurang. klien setelah di berikan -klien mulai merasa nyaman tindakan. dan nyeri agak berkurang. V. CATATTAN PERKEMBANGAN No Hari/TGL/Jam Perkembangan Pasien 1 Kamis, 26 Maret S klien mengatakan nyeri kaki terasa cenut2013 jam cenut pada bagian luka. Dan masih tidak bisa tidur pada malam hari O KU lemah klien tampak menahan nyeri, TD168/80 N84 S36 RR20 A Masalah belum teratasi. P klien dipindahkan ke ruang ASTER TT 0% found this document useful 2 votes6K views13 pagesOriginal TitleLp Kebutuhan Rasa Aman Dan NyamanCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 2 votes6K views13 pagesLP Kebutuhan Rasa Aman Dan NyamanOriginal TitleLp Kebutuhan Rasa Aman Dan NyamanJump to Page You are on page 1of 13 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 12 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. vvvvvvCourseAcademic year 2022/2023CommentsRelated documentsSAP Senam ASAM URAT Cecilia Yanasari SinagaWOC StrokeIdentifikasi Reseptor KulitWOC LUKA Bakar - WOCLp dan Askep 1 Nabila Farah ArdianiBAB III KDK - bab iii kdkPreview textLAPORAN PENDAHULUANGANGGUAN KEBUTUHAN RASA AMAN DAN NYAMANNYERIDisusun guna memenuhi tugas praktik klinik Keperawatan Dasar Dosen Pembimbing Disusun oleh Andini Hilda Almandita P 2BKEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLTEKKES KEMENKES SEMARANGD III KEPERAWATAN PURWOKERTO2022LAPORAN PENDAHULUANGANGGUAN KEBUTUHAN RASA AMAN DAN NYAMAN NYERIA. TEORI Definisi Keamanan dan Kenyamanan Kebutuhan akan keamanan adalah kebutuhan untuk melindungi diri dari bahaya fisik. Ancaman terhadap keselamatan seseorang dapat dikategorikan sebagai ancaman mekanis, kimiawi, retmal dan bakteriologis. Kebutuhan akan keaman terkait dengan konteks fisiologis dan hubungan interpersonal. Keamanan fisiologis berkaitan dengan sesuatu yang mengancam tubuh dan kehidupan seseorang. Ancaman itu bisa nyata atau hanya imajinasi mis, penyakit, nyeri, cemas, dan sebaginya. Dalam konteks hubungan interpersonal bergantung pada banyak faktor, seperti kemampuan berkomunikasi, kemampuan mengontrol masalah, kemampuan memahami, tingkah laku yang konsisten dengan orang lain, serta kemampuan memahami orang-orang di sekitarnya dan lingkungannya. Ketidaktahuan akan sesuatu kadang membuat perasaan cemas dan tidak aman. Asmadi, 2008 Kenyamanan merupakan suatu keadaan seseorang merasa sejahtera atau nyaman baik secara mental, fisik maupun sosial Keliat, Windarwati, Pawirowiyono, & Subu, 2015. Kenyamanan adalah konsep sentral tentang kiat keprawatan. Donahue 2011 meringkaskan “melalui rasa nyaman dan tindakan untuk mengupayakan kenyamanan, perawat memberikan kekuatan, harapan, hiburan, dukungan, dorongan dan Berbagai teori keperawatan menyatakan kenyamanan sebagai kebutuhan dasar klien yang merupakan tujuan pemberian asuhan keperawatan. Kolcaba 2008 mendefinisikan kenyamanan dengan cara yang konsisten pada pengalaman subjektif klien. Kolcaba mendefinisikan kenyamanan sebagai suatu keadaan telah terpenuhinya kebutuhan dasar yang berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan Adzkar, 2020 3. Mekanisme Nyeri Nyeri merupakan suatu bentuk peringatan akan adanya bahaya kerusakan jaringan. Pengalaman sensoris pada nyeri akut disebabkan oleh stimulus noksius yang diperantarai oleh sistem sensorik nosiseptif ini berjalan mulai dari perifer melalui medulla spinalis, batang otak, talamus dan korteks serebri. Apabila telah terjadi kerusakan jaringan, maka sistem nosiseptif akan bergeser fungsinya dari fungsi protektif menjadi fungsi yang membantu perbaikan jaringan yang rusak. Nyeri inflamasi merupakan salah satu bentuk untuk mempercepat perbaikan kerusakan jaringan. Sensitifitas akan meningkat, sehingga stimulus non noksius atau noksius ringan yang mengenai bagian yang meradang akan menyebabkan nyeri. Nyeri inflamasi akan menurunkan derajat kerusakan dan menghilangkan respon inflamasi. nyeri secara umum 4. Tipe-Tipe Nyeri a. Nyeri Akut dan Kronik ï‚ Nyeri akut dihubungkan dengan kerusakan jaringan dan durasi yang terbatas setelah nosiseptor kembali ke ambang batas resting stimulus istirahat. Nyeri akut ini dialami segera setelah pembedahan sampai tujuh hari. ï‚ Nyeri kronik bisa dikategorikan sebagai malignan atau nonmalignan yang dialami pasien selama 1-6 bulan. b. Nosiseptif dan Nyeri Neuropatik ï‚ Nyeri nosiseptif adalah nyeri inflamasi yang dihasilkan oleh rangsangan kimia, mekanik dan suhu yang menyebabkan aktifasi maupun sensitisasi pada nosiseptor perifer saraf yang bertanggung jawab terhadap rangsang nyeri. ï‚ Nyeri neuropatik merupakan nyeri yang ditimbulkan akibat kerusakan neural pada saraf perifer maupun pada sistem saraf pusat yang meliputi jalur saraf aferen sentral danperifer, biasanya digambarkan dengan rasa terbakar dan menusuk. c. Nyeri viseral Nyeri viseral biasanya menjalar dan mengarah ke daerah permukaan tubuh jauh dari tempat nyeri namun berasal dari dermatom yang sama dengan asal nyeri. Sering kali, nyeri viseral terjadi seperti kontraksi ritmis otot polos. Nyeri visceral seperti keram sering bersamaan dengan gastroenteritis, penyakit kantung empedu, obstruksi ureteral, menstruasi, dan distensi uterus pada tahap pertama persalinan. d. Nyeri somatik Nyeri somatik digambarkan dengan nyeri yang tajam, menusuk, mudah dilokalisasi dan rasa terbakar yang biasanya berasal dari kulit, jaringan subkutan, membran mukosa, otot skeletal, tendon, tulang dan peritoneum. nyeri secara umum 5. Tanda dan Gejala Nyeri a. Posisi yang memperlihatkan pasien Pasien tampak takut bergerak, dan berusaha merusak posisi yang memberikan rasa nyaman b. Ekspresi umum Tampak meringis, merintih Cemas, wajah pucat Ketakutan bila nyeri timbul mendadak Keluar keringat dingin Kedua rahang dikatupkan erat-erat dan kedua tangan tampak dalam posisi menggenggam Pasien tampak mengeliat karena kesakitan c. Pasien dengan nyeri perlu diperhatikan saat pengkajian adalah Lokasi nyeri Waktu timbulnya nyeri Reaksi fisik/psikologis pasien terhadap nyeri c Pemeriksaan laboratorium sebagai data penunjang pemeriksaan lainya Asmadi, 2010 9. Penatalaksanaan Nyeri a. Farmakologi, dengan pemberian obat - obatan. b. Non farmakolongi Imaging guide. Music theraphy. Fisik dan psikis. Akupresus/akupuntur. Distrksi/relaksasi. Hipnotis Stimulus kutaneus massage, rendam air hangat. Nursing Interventions Classification, 2013 B. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN BAGI PASIEN DENGANKEBUTUHAN AMAN DAN NYAMAN Pengkajian a. Catatan masuk klien b. Identitas klien Identitas klien meliputi nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, agama, suku/bangsa, tanggal masuk rumah sakit, tanggal pengkajian, diagnosa medis, nomer rekam medis, alamat. c. Identitas penaggung jawab klien Identitas penanggung jawab meliputi nama, umur, alamat, dan hubungan dengan klien. d. Riwayat kesehatan 1. Keluhan utama 2. Riwayat keperawatan sekarang 3. Riwayat keperawatan dahulu 4. Riwayat keperawatan keluarga 5. Pemeriksaan fisik - Keadaan umum - Pemeriksaan kesadaran - Tanda-tanda vital - Pemeriksaan kepala - Pemeriksaan mata Meliputi pelebaran pupil, akan dapat ditemukan gambaran kekeruhan lensa berbentuk berkas putih. Pasien akan mengeluh adanya pandangan berkabut, penglihatan pasien mengalami penurunan. - Pemeriksaan leher - Pemeriksaan dada - Pemeriksaan abdomen - Pemeriksaan ekstrimitas e. Pola fungsional gordon Pola persepsi kesehatan Faktor Presipitasi Terkadang, aktivitas tertentu dapat memicu munculnya nyeri. Sebagai contoh aktivitas fisik berat dapat menimbulkan nyeri dada. Selain itu faktor lingkungan lingkungan yang sangat dingin atau panas, stresor fisik dan emosional Gejala yang Menyertai Gejala ini meliputi mual, muntah, pusing dan diare. Sumber Koping Setiap individu memiliki strategi koping yang berbeda dalam mengahadapi nyeri. Strategi tersebut dapat dipengaruhi oleh pengalaman nyeri sebelumnya. Respon Afektif Respons afektif klien terhadap nyeri bervariasi, bergantung pada situasi, derajat dan durasi nyeri, interpretasi tentang nyeri dan lainya. Mengkaji adanya perasaan ansietas, takut, lelah, depresi, atau perasaan gagal dalm diri klien. Iqbal, Wahib Mubarak dan Nurul Chayatin 2008 hal 214 g. Observasi respons perilaku dan fisiologis Gerakan tubuh gelisah, imobilisasi, ketegangan otot, peningkatan gerakan jari dan tangan, gerakan ritmik atau menggosok, gerakan melindungi bagian tubuh. Interaksi sosial menghindari percakapan, fokus pada aktivitas untuk menghilangkan nyeri, menghindari kontak sosial, penurunan rentang perhatian Potter, perry2009 hal 1522 h. Pemeriksaan diagnostik i. Analisis dan sintesis data Analisa data nyeri Analisa data pada nyeri yaitu Lemah, letih, lesu Gelisah Mual Muntah Meringis Perubahan tekanan darah Melindungi area nyeri Rumusan diagnosa keperawatan Nyeri b luka post operasi Intervensi Keperawatan NoDiagnosa Keperawa tanTujuan Intervensi Rasional1 akut b luka post operasiSetelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam diharapkan kondisi pasien membaik dengan kriteria hasil Kontrol Nyeri 1605 1. Mengenali kapan nyeri terjadi 160502 2. Menggam barkan faktor penyebab 160501Manajemen Nyeri 1400 Lakukanlah pengkajian nyeri komprehenfis yang meliputi lokasi, karakteristik onset/durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau beratnya nyeridan factor pencetus. Obvervasi adanya petunjuk Untuk mengetahui skala nyeri Untuk mengetahui tanda nonverbal mengenail ketidaknyama nan terutama jika klien kesulitan berkomunikas i dengan efektif. Untuk memeastikan perawatan analgesik pengalaman nyeri terhadap kualitas hidup pasien misalnya, tidur, nafsu makan, pengertian, perasaan, hubungan, performa kerja dan tanggung jawab peran 6. Gali bersama pasien faktor- faktor yang dapat menurunkan atau memperberat nyeri 7. Berikan informasi mengenai nyeri, seperti penyebab nyeri, berapa nyeri akan dirasakan, dan antisipasidari ketidaknyama nan akibat prosedur Implementasi Keperawatan Tindakan keperawatan yang dilakukan a. Melakukan pengkajian dengan mengobservasi tanda-tanda vital dan keadaan. b. Menerapkan tekhnik relaksasi. c. Memberikan penanganan non farmakologis. Evaluasi a. S Subjective Data berdasarkan keluhan yang disampaikan pasien setelah dilakukan Tindakan. b. Objective data berdasarkan hasil pengukuran / observasi langsung pasien setelah dilakukan tindakan. c. A Analysis Masalah keperawatan yang terjadi akibat perubahan status klien dalam data subjektif dan objektif. d. P Plan Perencanaan keperawatan yang akan dilanjutkan, dihentikan, atau dimodofikasi.

gangguan rasa aman dan nyaman