🌠Lukisan Kemanunggalan Tni Dan Rakyat
Agam Babinsa Koramil 01/Bukittinggi Kodim 0304/Agam pada Selasa (21/12/21) melaksanakan giat komunikasi sosial (komsos) kreatif dengan warga binaannya yakni Pengrajin Lukisan atau seniman lukis yang bertempat Di kelurahan Kayu Kubu Kecamatan MKS Kota Bukittinggi. Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan komsos tersebut
Netnewsid, SAMPIT – Komandan Kodim 1015/Spt Letkol Czi Akhmad Safari mengaku salut dan menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan seluruh masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-109 di Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah.. TMMD kali ini dilaksanakan
BrigjenTNI JO Sembiring, Kunker Perdana Ke Pos-Pos Satgas Pamtas RI-PNG; Keakraban Satgas TNI 113/JS Bermain Dan Makan Bersama Anak-Anak Di Papua; Kedepankan Sinergitas, Danrem 172/PWY Bertemu Bupati Kab. Keerom; Kodim 1708/BN Penuhi Undangan Anak-anak Wawasya Padwa English Course; Antusias Bangun Rumah Dan MCK, Itulah
Jepara Kegiatan karya bakti merupakan bentuk kepedulian aparat teritorial terhadap desa binaan sebagai sarana untuk menjalin tali silaturahmi serta membantu meringankan beban dengan masyarakat di wilayah tersebut.. Seperti yang dilaksanakan oleh anggota Koramil 10/Karimunjawa bersama masyarakat dan dibantu
CiptakanKemanunggalan TNI Dan Rakyat Dengan Komsos; Menus. Koramil 0602-01/Serang; Koramil 0602-02/Kasemen; KORAMIL 0602-06/KRAMATWATU; KORAMIL 0602-04/TAKTAKAN; Lanjut Danramil, kegiatan ini mencerminkan rasa kemanunggalan TNI khususnya Babinsa kepada masyarakat wilayah binaannya, yang bertujuan untuk mempererat hubungan kekeluargaan
BupatiTalaud: TMMD pererat kemanunggalan TNI-Masyarakat. 2 hari lalu Pendidikan. Balai Bahasa Sulut donasikan ratusan buku bacaan di Desa Budo. 2020 berdasarkan pembelian di Tokopedia yaitu bersepeda, fitness, memancing, mendaki dan berkemah, serta sepakbola atau futsal.” Alat Lukis
Wujudkankemanunggalan TNI-Rakyat, antara Babinsa dan warga binaannya, Babinsa Koramil 04/TMJ Kodim 0411/KM Serka Suhardi ikut serta dalam kegiatan gotong royong perehaban salah satu rumah warga a.n. Suyitno di Dusun III Kampung Pujo Asri Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lamteng.
Indonesia ber ada di antara persilangan ideologi dunia yang berbeda dan di persilangan ekonomi yang sangat kuat dan besar. Kondisi ini menuntut Kemanunggalan TNI dan Rakyat yang kokoh dan kuat, sebagai konsekuensi logis dari negara majemuk dan negara k epulauan terbesar di dunia yang rentan terhadap berbagai bentuk ancaman kontemporer yang
KemanunggalanTNI dan Rakyat dalam Lukisan. Oktober 06, 2021 Surabaya- Bentuk atau formasi kemanunggalan TNI dengan Rakyat dapat dilakukan dengan berbagai macam bentuk. Salah satu diantaranya lewat melukis kebersamaan TNI dan Rakyat di Markas Komando Daerah Militer 0831/ Surabaya Timur bersama adik-adik yang berasal dari SMA yang berada di
. l'essentiel Le ministère des Affaires étrangères a convoqué l'ambassadeur de Russie en France après la publication de caricatures sur son compte Twitter jugées "inacceptables". L'ambassadeur de Russie à Paris a été convoqué vendredi au ministère des Affaires étrangères après la publication de caricatures sur son compte Twitter jugées "inacceptables" par la diplomatie française. "Ces publications sont inacceptables. Nous l'avons dit clairement aujourd'hui à l'ambassadeur de Russie", Alexeï Mechkov, a déclaré le Quai d'Orsay, en pleine crise entre la Russie et les Occidentaux autour de son offensive en Ukraine. "Nous nous efforçons de maintenir un canal de dialogue exigeant avec la Russie" mais ces "agissements sont parfaitement inappropriés". L'un des dessins montre des Européens à genoux léchant les fesses de l'Oncle Sam et porte la mention en anglais "La solidarité européenne telle qu'elle est". Je rappelais dans un précédent message à quel point le Kremlin se sent dans une guerre morale contre l'occident. Ce craquage complet de l'ambassade de Russie en France en est l'exemple frappant. Julien Pain JulienPain March 24, 2022 La seconde caricature présente une allégorie de l'Europe malade, allongée sur une lit, à qui ses tortionnaires, Etats-Unis et Union européenne, injectent différentes substances intitulées "néonazisme, "russophobie" ou "Covid-19". "Agissements sont parfaitement inappropriés" "Nous nous efforçons de maintenir un canal de dialogue exigeant avec la Russie" mais ces "agissements sont parfaitement inappropriés", a-t-on ajouté au Quai d'Orsay. L'ambassade de Russie, jointe par l'AFP, a confirmé que "la question du tweet publié avait été évoquée, parmi d'autres points" lors de l'entretien vendredi matin. Ce tweet, paru jeudi, a été retiré depuis. L'ambassadeur de Russie a de son côté "attiré l'attention de nos collègues français sur les provocations et les actes de vandalisme envers les représentations diplomatiques russes en France", a-t-elle ajouté.
TNI AD – Kalimantan Timur. Natalius Daung 39 terlihat berbinar matanya, sambil terus mengumbar senyum, melihat rumah tipe 45 yang akan ditempatinya segera rampung dikerjakan. Tak pernah terbayangkan sebelumnya di benak ayah dua anak ini bisa memiliki rumah sendiri, dan tak lagi hidup berdesak-desakan dengan mertua dan iparnya. Selama ini, bersama istri dan anaknya, Natalius harus tinggal serumah dengan enam orang kerabatnya di rumah berukuran 5 meter x 8 meter. “Senang sekali rasanya, tak lagi desak-desakan di rumah mertua. Selama ini saya numpang dengan mertua dan ipar, ada 10 orang di rumah berukuran 5 x 8,” papar Natalius di lokasi TMMD, akhir April 2017. Natalius adalah satu dari 17 kepala keluarga KK penerima rumah program TNI Manunggal Membangun Desa TMMD ke-98 di RT 06 Kampung Long Bagun Ulu, Long Bagun, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Lokasi TMMD ke-98 di Mahakam Ulu ini bisa dicapai lewat jalur sungai sepanjang 150 kilometer atau 4 jam perjalanan dari Kutai Barat, dilanjut perjalanan darat sekitar 20 menit menembus hutan dari kantor Bupati Mahakam Ulu. Menurut Natalius, ia bersama 16 KK lainnya dipilih secara musyawarah oleh warga Kampung Long Bagun Ulu untuk menempati rumah dengan dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur tersebut. Pemukiman baru ini berjarak sekitar 10 km dari rumah lamanya. Lokasinya tepencil, belum ada satupun pemukiman yang ada. Meski harus memisahkan diri ke wilayah yang lebih terisolasi, Natalius yakin, seiring waktu pemukiman barunya ini akan segera terbuka, dan ramai dihuni masyarakat lainnya. “Lama-lama juga wilayah ini bisa terbangun. Kalau pemukiman sudah ditempati, masyarakat pendatang juga nantinya bakal menghuni di sekitar kita,” kata Natalius yang berasal dari suku asli Dayak Long Bagun ini. Terlebih, ungkapnya, fasilitas di pemukiman baru yang dibangun TNI secara gotong royong dengan masyarakat ini terbilang lengkap. “Saya tidak terbayang Mas bisa punya rumah sendiri yang layak huni. Sehari-hari saya cuma berkebun, dari mana saya bisa dapatkan rumah,” akunya senang. Pengembangan Pemukiman Petinggi – jabatan setingkat Kepala Desa atau Lurah, Kampung Long Bagun Ulu Petrus Higang Lasah menyampaikan, program pembangunan 17 rumah layak huni merupakan upaya pihaknya mengembangkan pemukiman baru. “Kampung sangat padat, tidak mungkin dikembangkan. Setiap rumah dihuni 3 sampai 6 KK. Ini bisa pengaruhi kesejahteraan mereka. Ketergantungan antar keluarga juga kadang munculkan konflik keluarga,” papar Petrus. Hal inilah yang menjadi dasar pihaknya mengajukan pengembangan kampung, melalui pembangunan pemukiman baru dengan merelokasi warga tak mampu dan hidup menumpang ke wilayah baru. Awalnya, pihaknya mengusulkan pengembangan kampung tersebut ke pemerintah daerah Mahakam Ulu. Sayangnya, tidak ada alokasi anggaran di Kabupaten yang berusia 4 tahun pada 21 Mei 2017 itu. “Saya konsultasi ke Pemda, tidak ada anggaran. Kemudian diarahkan untuk melalui TMMD, karenanya kita ajukan lewat TMMD. Dan akhirnya bisa terwujud seperti sekarang ini,” ujar Petrus yang menyumbangkan tanahnya seluas 4 hektare untuk keberhasilan program tersebut. Selain menyediakan pemukiman baru, pihaknya juga menyiapkan sumber mata pencaharian bagi warga yang menempati rumah tersebut. Melalui peran TNI, dan Pemda, katanya, masyarakat di pemukiman yang baru diperbolehkan menggarap tanah, baik milik perusahaan perkebunan, maupun tanah Pemda yang berada di sekitarnya. “Kita tidak hanya bangun rumah layak huni saja, kita siapkan bagi mereka sumber mata pencahariannya, seperti kebun kakao, peternakan dan lainnya,” ucap Petrus. Dengan demikian, warga pelan-pelan akan menjadi mandiri, dan bisa hidup dengan layak, harap Petrus. Membangun dari Pinggiran Komandan Kodim Dandim 0912/Kutai Barat Kubar Letkol Inf Hendriawan Senjaya menyebutkan, pembangunan pemukiman baru dari wilayah padat penduduk ke wilayah terisolasi merupakan proyek percontohan pilot project pengembangan sebuah kawasan perkampungan karena pemekaran daerah. Karena itu, pihaknya tidak hanya membangun 17 rumah semata, namun juga fasilitas pendukung lainnya. Misalnya, jalan masuk ke pemukiman yang awalnya tak bisa dilewati kendaraan bermotor, sekarang bahkan bisa dilalui mobil dan kendaraan berat. “Dulunya, pakai motor saja tidak bisa, harus jalan kaki, karena banyak jembatan yang titiannya hanya satu batang pohon saja,” ungkap Hendriawan. Selain itu, bila musim hujan tiba, badan jalan yang masih berupa tanah tak bisa dilewati karena penuh lumpur. Lewat kerja keras TNI bersama rakyat, jalan sepanjang 2 km ini berhasil diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya dari target awal 1,5 km. Bahkan, saat ini tujuh titik jembatan dengan lebar lima meter dan panjang enam meter bisa dilewati beban berat, seperti kendaraan excavator. “Kegiatan perbaikan dan peningkatan jalan, dan tujuh jembatan itu cuma habiskan dana juta. Kontraktor manapun tidak akan ada yang mau,” ucapnya. Tak hanya akses jalan yang semakin mudah, di pemukiman juga dibangun dua buah bak penampungan air yang bersumber langsung dari mata air melalui saluran pipa. Air ini jernih, bersih dan melimpah. Dari bak penampungan, air disalurkan melalui pipa ke tiap rumah. Untuk penerangan dan kebutuhan aliran listrik bagi 17 rumah, disediakan tenaga listrik dari diesel yang juga dialirkan ke masing-masing rumah. “Dan untuk menambah suasana asri, sepanjang jalan kampung dan sekitar perumahan kita tanami 750 pohon produktif antara lain pohon durian, rambutan, jati kebon Jabon dan gaharu,” papar mantan Kasi Administrasi Intel Divif 2 Kostrad ini. Untuk lebih memaksimalkan hasil sasaran fisik TMMD ke-98, Kodim 1209/Kubar pun menggelar karya bhakti berupa perbaikan Lamin tempat pertemuan adat, dan Tempat Pengajian Anak TPA. Melalui TMMD, TNI bersama Pemda dan masyarakat juga fokus pada kegiatan nonfisik. Pihaknya menggandeng kementerian dan instansi terkait, untuk menggelar sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat. “Beragam sosialisasi kita gelar. Dari sosialisasi tanggap bencana, narkoba, hukum, kesehatan, pertanian, hingga bela negara,” ujar Dandim. Bahkan, sesuai permintaan masyarakat, kedepannya akan dikembangkan perkampungan baru di Long Bagun Ilir. “Beberapa kampung setelah melihat pengembangan pemukiman di Long Bagun Ulu, tertarik untuk melakukan hal yang sama di wilayahnya. Bahkan, Long Bagun Ilir ingin pengembangan kampung,” ucapnya. Merawat Indonesia Petrus Higang Lasah mengaku masyarakat Long Bagun Ulu sangat tertolong dengan adanya TMMD. Terlebih, program TMMD betul-betul berasal dari aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Sehingga sasaran kegiatannya mengena dan masyarakat merasakan langsung manfaatnya. Dengan begitu, NKRI akan tetap terjaga. Karena, ketika masyarakat merasakan perutnya keroncongan’, maka mereka akan berteriak dan melakukan beragam aksi. “Kita tertolong. Ke depan, kami berharap segala sesuatu dibuat begini. Pola pembangunan ini harus dilanjutkan, pembangunan didasarkan pada kebutuhan masyarakat. Di mana TNI bersama rakyat bergandengan tangan dalam membangun Mahalu Mahakam Ulu,” tuturnya. Wakil Bupati Mahalu Y Juan Jenau juga menyampaikan, besar harapannya TNI bisa berperan lebih, terutama dalam mengayomi, dan membina warga Mahalu sampai di tingkat kecamatan, bahkan tingkat kampong. “Intinya TNI kuat bersama rakyat. Pemerintah pun terbantu, bisa mengayomi rakyatnya dan itulah salah satu tujuan pemekaran dan pembangunan wilayah di perbatasan,” ucap Juan Jenau. TMMD di Mahalu digelar dari 5 April hingga 4 Mei 2017. Rencananya, peresmian penempatan pemukiman baru sekaligus penutupan pelaksanaan TMMD ke-98 di seluruh wilayah Indonesia akan dilakukan oleh Kasad secara terpusat di lokasi ini pada 4 Mei 2017 mendatang. Dispenad Terkait
TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Sebanyak 14 lukisan yang menggambarakan kemanunggalan TNI dengan rakyat mewarnai peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia RI di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. "Ini juga merupakan rangkaian dari 17 Agustus, makanya Kita laksanakan mulai tanggal 15 kemarin, kemudian pamerannya kita gelar tepat pada tanggal 17 ini," kata Perwira Seksi Teritorial Pasiter Kodim 0812 Lamongan, Lettu Inf Sobar Atnanto, di lokasi pameran, halaman Pendopo Lokatantra, Jumat 17/8/2018.Advertisement Menurut Atnanto, selain dipamerkan di peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, 14 lukisan ini akan bersaing untuk bisa mengikuti lomba ke tingkat Komando Resor Militer Korem dan bahkan ketingkat Komando Daerah Militer Kodam. "14 pelukis ini nanti kita pilih juara 1, juara 2, juara 3, dan harapan 1. Setelah di tingkat Kodim, nanti akan dilombakan di tingkat Korem, kalau di tingkat Makorem masuk, nanti akan dilombakan ke tingkat Kodam, kalau tingkat Kodam masuk, kita lanjutkan ke tingkat pusat," tuturnya. Di sisi lain, salah satu pelukis yang turut berpartisipasi pada pameran tersebut, Eko Suhartono, mengatakan, lukisannya yang berjudul “Melati untuk Prajurit”. Lukisan itu, dikatakannya, menceritakan seorang prajurit yang menjaga di perbatasan, kemudian bertemu dengan petani dan memberikan seteguk air minum. "Tapi sebenarnya petani atau rakyat ini sudah menyiapkan sekuntum bunga melati untuk sang prajurit. Mangkanya ada kamuflase sedikit di lukisan ini sehingga lukisan ini saya beri judul melati untuk prajurit," kata Eko. Ia kemudian membeberkan makna dari mengambil judul lukisan tersebut. Meski hanya tergambar seorang TNI yang memberikan air minum kepada petani, namun lukisannya memiliki makna yang dalam tentang kemanunggalan TNI dengan rakyak. "Pemberian melati untuk prajurit ini sebagai ungkapan kasih dan kecintaan dari seorang petani terhadap seorang prajurit, yang selama ini menjaga keutuhan NKRI," ujar pelukis asal Kecamatan Sugio ini. *** Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
lukisan kemanunggalan tni dan rakyat